SATWA
ORAN
(Sedikit Kisah Tentang Orangutan)
Suatu ketika, disebuah kawasan yang dipenuhi oleh pepohonan, tersebutlah seekor orang-utan yang sedang menangis sendirian di bawah tajuk pepohonan. Tubuhnya besar, dengan dipenuhi banyak bulu berwarna kecoklatan. Ia bersandar sambil memegang bahunya yang telah mengeluarkan darah.
Pagi itu cuaca amat cerah, semua satwa melakukan aktivitasnya masing-masing, mulai dari membuat sarang, mencari makan, berjalan-jalan, dan segala aktivitas lainnya. Begitu juga dengan Oran. Seekor orang-utan jantan yang telah hidup selama kurang lebih 5 tahun di hutan itu. Tubuhnya lebih besar dibandingkan orang-utan sebayanya. Banyak satwa-satwa lain yang meminta tolong padanya jika ada kesulitan. Dan Oran pun tidak segan-segan menolong teman-temannya yang butuh bantuannya. Satwa-satwa lain sangat bersyukur atas keberadaa Oran.
Oran adalah orang-utan yang penuh semangat, walaupun dia sempat terkena trauma yang dalam akibat masa kecilnya yang begitu mengenaskan. Dia sejak kecil telah terpisah dari ibunya karena pembantaian yang dipelopori oleh ulah manusia. Oran termasuk orang-utan yang beruntung karena ia selamat dalam pembantaian tersebut. Ibunya menyembunyikan dia di sela-sela pepohonan yang batangnya rapat. Kejadian itu sangat membekas di hati Oran.
Namun, suatu hari ketenangan Oran dan satwa lainnya terusik oleh kedatangan manusia, yang membawa tombak, pistol, chaincaw, dan benda-benda tajam. Oran punya firasat bahwa manusia yang berkunjung di habitatnya tersebut bukanlah manusia yang baik. Dengan cepat ia memberitahukan informasi ini ke teman-temannya. Tetapi sayang, semua sudah terlambat. Manusia itu terlalu cepat merusak semuanya, sehingga teman-temannya banyak yang terbunuh dan disandera oleh kawanan manusia-manusia itu. Tiba-tiba rasa trauma menyergap pikiran Oran, ia jadi teringat betapa kejinya manusia menghabisi ibunya dan sekarang manusia itu ingin mengambil teman-temannya. Keberanian dan kekuatannya hilang begitu saja. Dia yang biasa diandalkan oleh teman-temannya, tidak berdaya ketika para manusia iu mengambil semua kebahagiannya. Oran terdiam di atas batang pohon sambil menangis melihat kekejaman manusia-manusia itu. Dia menangis "Oh Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan kepadaku, Mengapa kau mengambil semua yang menjadi milikku?" begitu ratap Oran.
Di sela tangisannya, ia melihat beberapa manusia mendekati pohon yang menjadi tempatnya berpijak. Tiba-tiba terdengar gerigi tajam chaincaw menyentuh pohon itu. Betapa paniknya Oran, dengan sisa keberanian yang ia miliki, ia lalu turun dari pohon. Saat Oran turun, para manusia itu terkejut dan merasa terancam. Dengan kejamnya mereka menembak Oran. Untung saja Oran sempat lari, namun bahunya ternyata terkena serempetan peluru sehingga menimbulkan luka yang lumayan parah.
Sambil menahan sakit Oran terus berlari ke dalam hutan mencari tempat yang aman. Sementara itu terdengar dari kejauhan suara langkah kaki manusia yang sepertinya masih belum puas atas perbuatan yang mereka lakukan. Saat itu Oran melihat pohon bangkirai besar, di sanalah ia memilih bersembunyi. Dia masih saja menangis dan berdoa "Ya Tuhan jika benar ini salah kami mohon maafkan kami, tetapi jika para manusia itu yang salah hukumlah mereka dengan balasan yang setimpal."
Hai kawan, dengan menyimak sedikit cerita tadi apakah sempat terbesit dipikiran kita, betapa kejam manusia yang tidak menggunakan hati nuraninya ketika ia mencari sesuap nasi tanpa memikirkan kehidupan lain yang ada. Dengan buasnya mereka merusak segala keanekaragaman hayati dalam suatu kawasan hutan. Padahal di kawasan itu banyak sekali makhluk hidup yang berhak hidup bebas, merasakan kasih dan sayang, merasakan hidup sosial. Sudahlah cukup dengan kompetisi persaingan mereka dalam hutan saja yang merupakan seleksi alam bagi mereka, janganlah kita menambah beban hidup mereka. Seharusnya manusia, flora-fauna, dan makhluk hidup sudah mendapat bagian sendiri-sendiri di bumi ini. Oran hanyalah salah satu satwa yang kebahagiannya telah direngut paksa dan menjadi subjek dalam cerita ini. Tegakah kalian, merenggut kebahagian satwa lain yang sekarang sedang bahagia bersama keluarga dan teman-temannya di dalam hutan??

