Friday, April 13, 2007

Intelektual

INTELEKTUAL YANG TAK TERSENTUH

Kira-kira temen punya gambaran ga tentang "Intelektual yang tak tersentuh"? Memang terkadang ada beberapa orang yang memiliki intelektual yang melebihi dari rata-rata tanpa menyadarinya. Bahkan mungkin sebenarnya ada yang menyadarinya namun karena "MALU" ia jadi tidak terlalu menonjol diantara yang lain. Ketika orang membangun asumsi dasar tentang dirinya bahwa ia tidak memiliki kemampuan potensial yang cukup untuk diolah menjadi keunggulan, maka perasaan tersebut akan menimbulkan keyakinan bahwa untuk mendapatkan sesuatu tidak ada jalan lain lagi kecuali mengambil dari luar. Menurut saya, keyakinan demikian sering membuat orang tidak mempunyai alasan untuk menghargai dirinya secara positif, misalnya saja munculnya perasaan "The I cannot attitude".

Pernah ga kalian punya tipe temen yang seperti itu?? Kalau memang ada, sebaiknya bimbing temen kalian itu ke jalan yang benar!! Loh, apa maksudnya?? Maksudnya, ajaklah temen kalian ke tempat yang bisa menunjang ke intelektualan mereka. Misalnya ke workshop, seminar, ataupun ajak temen kalian berdiskusi. Selain itu saya punya beberapa saran untuk mempertebal rasa percaya diri :

  • Membiasakan untuk mencerdaskan pikiran, perasaan dan hati adalah kebutuhan mutlak. Pikiran yang dicerdaskan dengan pengetahuan akan memperbaiki sudut pandang yang akan menjadi sumber rasa percaya diri. Perasaan yang dicerdaskan akan memperbaiki pemahaman 'merasakan' apa yang terjadi pada diri sendiri, orang lain dan dunia (wilayah kita). Hati yang dicerdaskan dengan kebiasaan memaknai akan mempertebal keyakinan bahwa semua yang kita lakukan baik atau buruk, kecil atau besar pada akhirnya akan mendapat balasan.
  • Rasa percaya diri identik dengan kekuatan pribadi (personal power) yang bisa kita bangun dengan menggunakan dua jurus yaitu menyerang dan mempertahankan. Untuk mempertebal rasa percaya diri, jurus menyerang harus kita gunakan untuk melawan kecenderungan internal yang menawarkan godaan untuk menyimpang sementara jurus mempertahankan kita gunakan untuk memperkuat pertahanan dari serangan luar. Penggunaan yang salah dengan membalik fungsi akan memperlemah personal power yang berarti dapat memperlemah rasa percaya diri.
  • Memiliki komitmen untuk merealisasikan gagasan ke tindakan secara sirkulatif bisa mempertebal rasa percaya diri dengan syarat sampai mendapat apa yang disebut 'the moment of truth' atau sampai benar-benar berhasil. Apa yang sering menjadi persoalan adalah kita sering menggunakan ideology 'mencoba' tanpa komitmen sampai berhasil. Ideologi demikian sulit diharapkan bisa mempertebal rasa percaya diri. Bahkan kalau sering gagal lalu kita tinggalkan dengan mengganti yang lain dan akhirnya gagal juga malah akan membuat kita ragu-ragu.

Tetapi, dukungan dari orang-orang sekitar lah yang paling menunjang munculnya rasa percaya diri. Jadi, dukung dan bimbinglah temen kita yang kurang ‘pede', jangan dibiarkan atau di jauhi karena itu malah akan lebih mengurangi rasa percaya diri teman kita. Kan sayang, temen kita punya kemampuan tetapi hanya dibiarkan. Sekelumit penjelasan di atas hanyalah mewakili dari sekian tampilan sikap, perilaku dan sifat yang awalnya dibedakan pada tingkat sumber motif di dalam. Tidak kelihatan, kecil, dan sering kita anggap tidak membahayakan bagi diri kita apalagi orang lain. Meskipun demikian, Tuhan telah memberikan perangkat yang bisa membenahi sebelum akhirnya tampil di monitor. Di luar ketiga perangkat yang sudah ada, terdapat satu perangkat yang inti, yaitu kemauan. Semoga berguna.

Posted by Heppy at 03:39:19 | Permanent Link | Comments (0) |