Saturday, March 31, 2007

Be Your Self!!

 

AGUS dan KAKEK TUA

Dahulu kala hiduplah seorang laki-laki bernama Agus. Ia tinggal sendiri di sebuah gubuk di tepi hutan. Suatu hari, Agus duduk di sungai dan memperhatikan ikan-ikan yang berenang yang di antara batu-batu. "Mengapa aku tidak menjadi ikan saja" keluhnya. "Jadi aku tak perlu memotong kayu atau mengambil air. Hidup ku hanya berenang saja sepanjang hari". Tiba-tiba seorang kakek tua menghampirinya. "Apa benar kau ingin menjadi seekor ikan, Agus? Tanya kakek itu. Betapa terkejutnya Agus melihat Kakek tua yang tiba-tiba muncul di hadapannya. "Kakek siapa?" tanyanya masih dengan wajah sedikit kaget. "Jangan takut, aku adalah kakek tua yang tinggal tak jauh dari sini. Apa betul kau ingin menjadi ikan?" tanya kakek tua itu lagi. "Ya betul. Seandainya aku berubah menjadi ikan, aku tidak akan kesusahan seperti ini, kek" keluhnya. Kakek itu hanya tersenyum. Ia lalu menepuk pundak Agus dengan tongkat yang dibawanya. Dalam sekejab Agus telah berada di dalam sungai kecil, berenang-renang diantara batu-batu. Agus sangat gembira. Ternyata dia berubah menjadi ikan. Ia pun berenang sepuasnya dengan kawan barunya.

Akan tetapi, ia lalu merasa lapar. Agus berenang ke permukaan air. Tiba-tiba ia melihat bayangan besar menukik ke arahnya. Seekor burung raja udang biru yang besar mencari ikan untuk makanannya. Agus terkejut dan segera ia berenang dan bersembunyi di balik batu. Jantungnya berdebar sangat kencang.

"Mengapa aku tidak menjadi seekor burung saja" gerutunya pada diri sendiri, "Jadi aku tak perlu takut pada raja udang yang besar itu.".

"Sudah tahu rasanya menjadi ikan, Agus?" tanya kakek tua yang sudah duduk di atas batu tempat Agus bersembunyi. " Ya, kek. Aku ingin menjadi burung saja" jawab Agus. "Burung? Baiklah kau akan kujadikan burung merpati" ucap kakek tua itu. Ia lalu mengayunkan tongkatnya. Dalam sekejap Agus berubah menjadi burung merpati. "Ah inilah hidup" seru Agus bahagia. Lalu ia terbang dari satu pohon ke pohon lainnya. Namun, tiba-tiba ia melihat bayangan melesat ke arahnya. Agus melihat ke bawah. Jauh di sana, tampak sekelompok pemburu. Mereka membawa busur yang besar. "Benda tadi pasti anak panah. Oh nasib! Hidup seekor burung pun tidak enak. Aku hampir menjadi santapan pemburu-pemburu itu!" keluhnya, lalu cepat-cepat ia terbang menjauh. Sesampainya di sebuah bukit, Agus berteriak "Kakek tua ! Kakek tua, tolong aku!". Kakek tua mendengar panggilan Agus. Dengan kedipan mata, kakek itu telah sampai ditempat Agus berada. "Apa yang kau inginkan sekarang, Agus?" tanyanya. " Aku tidak ingin menjadi burung. Aku ingin menjadi singa. Semua orang takut pada singa" ucap Agus. Kakek tua itu tersenyum mendengar permintaan Agus yang mantap. Kembali kakek itu mengayunkan tongkatnya. Dalam sekejap Agus berubah menjadi seekor singa. Ia mengaum dengan bahagia. Raungannya menggema ke seluruh hutan. Burung-burung berhenti bernyanyi dan binatang-binatang lainnya bersembunyi.

Agus berjalan dengan bangga masuk ke dalam hutan. Tiba-tiba ia melihat seekor kambing terikat di sebatang pohon. "Wah, beruntungnya aku. Inilah makananku!". Agus meraung dan menyerang kambing itu. Wussh! Tiba-tiba saja Agus telah terjerat dalam jaring. Agus merasa sangat bodoh. Ternyata kambing itu adalah umpan. Ia meraung dan berjuang melepaskan diri. Ia tidak mau di simpan di dalam kebun binatang untuk dijadikan tontonan manusia, ia pun tidak ingin menjadi singa sirkus. Tiba-tiba Agus teringat pada kakek tua.

"Tolong aku Kakek!" raungnya. "Apa yang kau inginkan sekarang, Agus" tanya kakek tua. "Tolong keluarkan aku dari tempat ini, kek. Aku ingin menjadi...aku ingin menjadi..." ucapan Agus tertahan. Sebelum ia melanjutkan keinginannya, Kakek tua berkata " Agus, jawablah dulu pertanyaanku. Saat kau menjadi manusia, apakah burung raja udang ingin memakanmu?. "Tidak" Jawab Agus. "Saat kau menjadi manusia, apakah ada pemburu yang mengejarmu?". "Tidak" jawab Agus. "Lalu, saat kau menjadi manusia, apakah ada yang ingin menjeratmu?". "Tidak, tidak, tidak" jawab Agus. "Katakan padaku kau ingin menjadi apa sekarang?". "Aku ingin...menjadi...diriku sendiri," ucap Agus pelan. "Rupanya kau telah belajar dari pengalamanmu" ucap kakek tua itu. Ia lalu mengayunkan tongkatnya, Agus pun kembali menjadi seorang manusia. Kakek itu pun lenyap tak berbekas.

Posted by Heppy at 06:07:02 | Permanent Link | Comments (0) |
Comments
Write a comment