HUTAN-KU
BISAKAH ILLEGAL LOGGING BERHENTI??
Oleh : Heppy MPFF
Bruuum…brum…Satu persatu truk kayu melintasi jalan itu. Malam sudah begitu pekat. Batangan log-log yang diangkut truk kayu itu sudah hampir tak terlihat jelas. Entah sudah berapa kali truk itu bolak balik mengangkut pohon yang sudah tidak bernyawa lagi. Bisakah tindakan ini berhenti??Lalu siapa yang harus berperan untuk mengatasi tindakan yang merugikan banyak pihak ini?
Sudah begitu banyak cara yang dilakukan untuk menanggulangi tindak Ileggal Logging yang terjadi di Indonesia, khususnya Kalimantan. Namun hasil yang maksimal sama sekali belum didapatkan. Penebangan hutan yang tak sesuai aturan masih terus berlangsung. Padahal sudah begitu banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk memberantas Illegal Logging. Beberapa kawasan hutan lindung dan suaka alam telah dibentuk, munculnya instansi-instansi yang peduli akan hutan, tingkat penjagaan hutan diperketat, bahkan baru-baru ini telah terbentuk yang namanya “Dewan Kehutanan Nasional”. Tetapi keadaan bukannya menjadi lebih baik malah semakin marak saja tindakan yang dilarang secara hukum itu. Munculnya berbagai industri pengolahan kayu yang tidak memiliki ijin yang sah, menambah indahnya tindak Illegal logging.
Memang, harus diakui bahwa semua ini bukan hanya karena kesalahan pemerintah semata. Kesalahan juga tertuju pada kita, selaku warga Negara Republik Indonesia. Mengapa? Karena kita memang belum melakukan apapun. Kita terlalu sibuk dengan urusan politik, kita terlalu sibuk dengan tetek bengek yang tidak perlu. Kita masih belum sadar, bahwa di luar sana ada sesuatu yang penting sekali untuk diatasi, yaitu Ileggal Logging. Karena dalam Ileggal Logging terdapat segala kejahatan. Mulai dari korupsi, kolusi, nepotisme, dan pelanggaran hak asasi semua makhluk hidup. Akankah karena ingin segepok uang, kita harus merelakan sekian banyak makhluk hidup menjadi korban? Sekali lagi negara kita dan penduduknya masih terlalu lemah dengan sebuah benda yaitu “uang”.
Tentu sudah banyak yang tahu tentang dampak-dampak yang akan terjadi jika tindakan pengerusakan dan penebangan hutan ini terus berlangsung. Misalnya, sulit menemukan air bersih, bencana terus berdatangan, koleksi keanekaragaman hayati yang kita miliki perlahan-lahan akan menghilang, dan udara yang kita hirup tak akan sesegar ketika hutan masih bagus. Kita baru akan merasakan dampaknya jika semua telah terjadi, tetapi bagaimana dengan satwa? Populasi mereka bergantung pada hutan. Para satwa yang tak bersalah itu mendapatkan dampak langsung akibat Illegal Logging. Misalnya, ketika para penebang itu menebang pohon yang menjadi sarang orang-utan maka sudah tentu ia akan kehilangan tempat tinggalnya, belum lagi ketika penebang itu melihat orang-utan maka mereka tak segan-segan menangkap bahkan membunuh jika merasa terancam. Orangutan itu hanya salah satu contoh satwa. Bayangkan saja ketika para penebang itu selalu merasa terancam lalu membunuh satwa-satwa yang tidak bersalah, kita akan kehilangan keanekaragaman hayati yang Tuhan telah titipkan. Lalu kisah tentang orang-utan dan satwa lainnya hanya akan menjadi mitos buat anak-cucu kita. Setelah semua itu terjadi maka yang kita bisa hanya mengeluh dan menyesal.
Apakah Illegal logging itu bisa berhenti? Tentu Illegal Logging akan berhenti seiring waktu. Tetapi, waktu hutan telah habis, waktu sudah tak ada lagi batangan pohon yang dikomersilkan, waktu seluruh kawasan hutan telah jadi areal pertambangan, lapangan sepak bola dan perumahan real estate, dan waktu sang bencana telah mengambil alih alam semesta ini. Waktu-waktu pasti akan tiba ketika kita tak punya komitmen untuk menjaga yang sudah kita miliki.
Jika kita lihat keadaan saat ini tindakan Illegal logging hampir tidak bisa dihentikan. Namun haruskah kita memasrahkan keadaan ini? Jawabannya tentu tidak. Yang seharusnya kita lihat bukanlah keadaan saat ini tetapi keadaan masa yang akan datang. Kita harus mempunyai target dan rencana agar masa yang akan datang tidak menjadi lebih buruk dari masa kini. Ada beberapa hal kecil yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan hutan dari kerusakan akibat Illegal Logging, yaitu:
· Mulai saat ini kita bersama-sama membudayakan menanam tanaman dan merawatnya, menanam bukan karena ingin menebang dan mengambil keuntungan pribadi. Tetapi menanam untuk anak-anak dan keturunan kita. Agar kelak mereka bisa juga menghirup udara segar serta melihat koleksi flora-fauna yang kita miliki.
· Jika melihat kegiatan yang berkaitan dengan perusakan dan penebangan hutan secara liar, maka jangan segan-segan untuk melaporkan kepihak yang berwajib.
· Ikut berpartisipasi dalam pelestarian flora-fauna dengan tidak membeli atau memelihara satwa liar dan tidak menebang pohon secara liar. Jika kita membeli atau memelihara satwa liar, maka kita termasuk ikut ambil bagian dari kepunahan satwa.
· Jika di wilayah kita terdapat hutan, maka anggaplah hutan itu adalah milik kita sendiri. Jadi kita wajib menjaganya dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.
Konsep-konsep pengelolaan hutan harus segera dibuat oleh pihak pemerintah. Karena, disini peran pemerintahlah yang paling kuat, karena alam dan seluruh isinya di negara kita diatur sepenuhnya oleh pemerintah dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.
Memang, tindakan diatas tidak bisa membuat tindak Illegal Logging berhenti. Tetapi, paling tidak tindakan itu dapat mengantisipasi laju kerusakan hutan. Pepohonan dan satwa tidak dapat berbicara, tetapi kita bisa. Sampaikan lah keluhan alam yang tak terdengar itu. Kita bisa memilih, menyelamatkan hutan atau menerima segala bencana.

