Tuesday, March 13, 2007

SEPUTAR KAMPUS

KAMPUS KEHUTANANKU

(Sedikit diskripsi tentang Fakultas Kehutanan)

Oleh: Heppy MPFF

Kampusku adalah fakultas Kehutanan, salah satu fakultas yang berada di kawasan UNMUL, salah satu fakultas yang dihinggapi beberapa bangunan tinggi dengan beberapa kelas yang di dalamnya terdapat 4 Kipas angin. Bangunan yang paling megah ada di sentra kampus ku, sedangkan bangunan yang lainnya masih berupa bangunan yang sudah terlihat lama. Kampus ku merupakan salah satu kampus yang mempunyai laboratorium dan perlengkapan yang lengkap, belum lagi banyak sekali dosen yang bergelar “Profesor”. Tentu saja aku tak sendiri kuliah di kampus sebesar itu. Ada ribuan orang yang menggunakannya sebagai tempat belajar dan puluhan orang yang mengunakannya sebagai tempat untuk mencari nafkah.

Kalau ada yang mengatakan kampusku mirip rumah mewah, aku tak akan menyangkalnya. Karena pada mulanya ruangan besar itu memang disiapkan untuk digunakan untuk kenyamanan para mahasiswa dan para staf fakultas tinggal sementara waktu. Namun entah karena alasan apa kini fakultasku kurang diminati oleh para siswa siswi yang sudah pantas menggunakan gelar mahasiswa. Pada tahun 2006 ini, kampusku hanya diminati oleh 13 orang saja.

Aku juga tak akan menyalahkan jika ada orang yang berargumen takut kehilangan prospek kerja karena hutan hampir habis. Memang, cara pandang kami yang sudah menjadi mahasiswa fakultas Kehutanan sangat berbeda dengan orang-orang di luar sana. Aku sendiri yang telah 2 tahun menjadi mahasiswa fakultas Kehutanan tetap perlu merasa was-was untuk masa depanku nanti. Sebab sudah begitu banyak perusahan kayu bangkrut dikarenakan “plus”nya tindak Ilegal Logging. Tetapi yang aku yakini, setiap fakultas pasti ada masa kejayaannya sendiri-sendiri.

Aku menduga, turunnya minat orang luar dengan fakultas Kehutanan bukan hanya berasal dari prospeknya saja, namun juga dari minimnya tenaga yang mempromosikan fakultas ini. Mungkin, kita kurang bisa meyakinkan bahwa masalah “pekerjaan” bukan hanya sulit di fakultas kehutanan. Namun fakultas yang lain pun tidak bisa menjamin semua mahasiswanya mendapatkan masa depan yang layak. Tapi aku juga bisa dikatakan belum berani berbicara seperti itu, karena sesuatu dari pikiranku ini selalu mencegahnya.

Sesuai dengan namanya, kampusku bergerak dibidang kehutanan, ada berbagai jurusan terdapat di dalamnya, antara lain, Manajemen Hutan, Konservasi Sumber Daya Hutan, Budidaya Hutan, dan Tekhnologi Hasil Hutan. Semua jurusan memiliki bidang ahli sendiri-sendiri. Aku sendiri berada di jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan, ruang kelasku tidak monoton, namun berganti-ganti. Kadang di gedung yang lama dan kadang di gedung yang masih baru. Di gedung yang lama, yaitu 412, ruang kelasnya sedikit kotor dengan jumlah kipas angin 4 buah, tepatnya hanya 2 buah yang masih bisa digunakan. Jika kita melihat keluar ruangan kelas maka akan nampak beberapa pohon waru gunung, akasia, dan pepohonan jenis lain. Dan jika kita melihat kebelakang maka akan terlihat jogging track (tempat untuk jogging).

Sedangkan di gedung yang baru, ruang kelasnya sudah hampir menyerupai kamar mewah. Ruangan kelasku berada di lantai 2, para pendiri gedung baru itu menyebutnya ruangan C2. Beralaskan lantai keramik, 4 buah kipas angin yang semuanya bisa digunakan, dan kursi yang nyaman. Pada setiap sisi kursi, ada sebuah meja yang digunakan untuk menjadi alas saat beraktivitas di atasnya. Kami biasa menyebutnya kursi kuliahan, walau pada kenyataannya kursi itu kadang dijejer dan digunakan sebagai tempat tidur jika tidak ada dosen. Setahuku, meja-meja di kursi kuliahan itu seharusnya hanya digunakan sebagai alat bantu dalam aktivitas (menulis, membaca, dll). Namun, kalau diperhatikan lebih dekat, maka akan nampak tulisan-tulisan dari tangan yang tidak bertanggung jawab. Ada yang bertuliskan nama-nama orang, ada yang menyatakan cinta, ada pula yang digunakan untuk tindak KKN (mencontek, dkk). Sudah hampir tidak ada meja yang masih bersih.

Walaupun begitu, fakultas ini mempunyai sarana praktek yang lengkap. Ada laboratorium ruangan dan ada juga laboratorium alam. Peralatan yang tersedia juga tidak kekurangan. Fakultas Kehutanan mempunyai 2 laboratorium alam, antara lain Taman Hutan Raya Bukit Soeharto dan Kebun Raya Unmul Samarinda. Biasanya, laboratorium alam itu digunakan untuk praktikum, PKL (Praktek Kerja Lapangan), penelitian, dan rekreasi.

Oia, jangan pernah berpikir bahwa jika kuliah di Kehutanan maka kita cuma berkutat di bidang itu-itu saja, namun juga bisa alih profesi. Karena fakultas ini tidak hanya mengajarkan ilmu kehutanan, tetapi juga ilmu sosial, ekonomi, budaya, air, tanah, iklim, bahkan budiddaya tanaman.
Setelah aku menceritakan sedikit tentang kampusku, masihkah kau mengira aku tidak bangga dengan fakultasku ?
Lalu masihkah kau berpikir bahwa fakultas kehutanan adalah fakultas yang tidak berbobot di bandingkan fakultas yang lain??

Posted by Heppy at 12:17:56 | Permanent Link | Comments (2) |
Comments
1 - Selamat mba untuk web blog nya,
Jangan sedih Fahutan Unmul jadi sepi, jangan kuatir sebenarnya semakin rusak hutan semakin diperlukan keahliannya, tapi mungkin melihat hutan dari sisi yang berbeda, bukan masalah tehnis tebang menebang, tanam menanam saja, tetapi bagaimana hutan kita menjadi legal dan legitimate dimata rakyat. Selamat bertugas
Salam, martua fahutan 85 (Comment this)

Written by: martua sirait at 2007/03/14 - 09:14:32
2 - Selamat untuk web blognya,
Ass,Salam kenal aku rifky aku juga kuliah di kehutanan di Jawa barat
senang sekali bisa kenal dengan mba,memang saat ini minat siswa yang ingin kuliah dikehutanan sangat sedikit begitu pula dikampusku sekarang ini, dan hutan kita semakin rusak tapi sebenarnya, rusaknya hutan maka Rimbawan pun akan semakin diperlukan keahliannya karena hanya Rimbawan-Rimbawan sejatilah yang ingin hutannya lestari. (Comment this)

Written by: Rifky Chandra Meigantara fahutan 05 at 2007/04/29 - 14:10:10
Write a comment